Beberapa Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Pernah Terjadi Dalam Catatan Sejarah

Beberapa Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Pernah Terjadi Dalam Catatan Sejarah

darkroastpress.com – Amuk redam, luluh lantak. Alam mengamuk, membabi buta, mengerdilkan segala apa yang tampak di depan mata. Tinggi menjulang, goncang menerjang. Letusan gunung berapi adalah ngeri.

Benda setinggi itu, sebesar itu, menyembur lava. Picu gempa. Hantar tidal wave. Mati. Letusan-letusan gunung berapi terbesar masih tercatat hingga hari ini. Sejarah tak pernah lupa. Berikut beberapa yang paling menimbulkan petaka.

Gunung Yellowstone

Beberapa Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Pernah Terjadi Dalam Catatan Sejarah

Dilansir Live Science, letusan gunung api diukur dengan sistem klasifikasi VEI (Volcanic Explosivity Index). Skalanya adalah 1 sampai dengan 8. Letusan gunung api terbesar di dunia yang tercatat pernah mencapai kekuatan 8 VEI, yakni Gunung Yellowstone di Wyoming, Amerika Serikat.

Bekas letusan dahsyat itu membentuk sebuah kaldera besar di Wyoming barat. Bencana ini mengguncang daerah itu pada 2,1 juta tahun lalu, 1,2 juta tahun lalu, dan yang terakhir pada 640.000 tahun lalu.

Jurnal Science pada 2013 menemukan gumpalan besar lava yang tersimpan di bawah Yellowstone, dan jika dilepaskan dapat memenuhi Grand Canyon 11 kali lipat. Sebanyak tiga letusan supervolcano terbaru menciptakan kawah besar di taman, berukuran 48 x 72 kilometer. Peluang letusan gunung berapi incredibly seperti itu adalah sekitar 1:700.000 setiap tahun.

Gunung Tambora

Beberapa Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Pernah Terjadi Dalam Catatan Sejarah

Letusan Gunung Tambora, Indonesia pada tahun 1815 silam termasuk letusan gunung terdahsyat di dunia, yang mencapai 7 VEI.

Letusan Tambora mencapai puncaknya pada April 1815. Ketika meledak dengan sangat keras hingga terdengar di Pulau Sumatera, lebih dari 1.930 km jauhnya.

Korban tewas akibat letusan Gunung yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini diperkirakan mencapai 71.000 orang. Hujan abu tebal menyelimuti banyak pulau yang jauh dari lokasi letusan.

Gunung Huaynaputina

Beberapa Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Pernah Terjadi Dalam Catatan Sejarah

Letusan gunung yang berlokasi di Peru ini merupakan letusan gunung berapi terbesar di Amerika Selatan. Gunung Huaynaputina memuntahkan lumpur sejauh Samudra Pasifik dan memengaruhi iklim global.

Musim panas setelah letusan Huaynaputina tahun 1600 adalah yang terdingin dalam 500 tahun. Abu dari letusan Huaynaputina mengubur area seluas 50 km persegi di sebelah barat gunung, yang masih diselimuti hingga hari ini.

Letusan gunung setinggi 4.850 meter pada tahun 1600 silam ini merusak kota-kota terdekatnya di Arequipa dan Moquegua, yang baru pulih sepenuhnya lebih dari satu abad kemudian.

Gunung Krakatau

Beberapa Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Pernah Terjadi Dalam Catatan Sejarah

Terletak di antara Pulau Sumatera dan Jawa, letusan Gunung Krakatau mencapai klimaks pada 26-27 April tahun 1883.

Letusan eksplosif dari stratovolcano ini, yang terletak di sepanjang busur pulau vulkanik di zona subduksi lempeng Indo-Australia, mengeluarkan banyak batuan, abu, dan batu apung. Suara letusannya terdengar sampai ribuan kilometer jauhnya.

Letusan Krakatau 1883 juga menimbulkan tsunami, yang ketinggian gelombang maksimumnya mencapai 40 meter dan menewaskan sekitar 34.000 orang. Alat pengukur pasang surut lebih dari 11.000 km jauhnya di Semenanjung Arab bahkan mencatat peningkatan ketinggian ombak.

Gunung Santa Maria

Beberapa Letusan Gunung Berapi Terbesar Yang Pernah Terjadi Dalam Catatan Sejarah

Meletusnya Gunung Santa Maria pada 1902 menjadi yang pertama selama 500 tahun. Gunung berapi yang simetris dan tertutup pepohonan ini adalah bagian dari rantai stratovolcano di sepanjang dataran pantai Pasifik Guatemala.

Gunung Santa Maria mengalami aktivitas terus menerus sejak ledakan terakhirnya. Letusan berkekuatan 3 VEI terjadi pada 1922. Pada 1929, gunung Santa Maria memuntahkan gumpalan gas panas yang bergerak cepat dan batu-batu yang hancur.

Seorang Balita Tidak Sengaja Memesan Es Krim Seharga Rp 11 Juta, Saat Dipinjamkan Ponsel Oleh Ayahnya

Seorang Balita Tidak Sengaja Memesan Es Krim Seharga Rp 11 Juta, Saat Dipinjamkan Ponsel Oleh Ayahnya

darkroastpress.com – Seorang ayah mengaku hampir mengalami “serangan jantung” setelah mengetahui putranya yang masih berusia 4 tahun secara tidak sengaja memesan es krim dan kue senilai 600 poundsterling atau lebih kurang Rp 11,49 juta lewat aplikasi pengiriman.

Peristiwa itu mulanya terjadi ketika Christian King dari Sydney, Australia, diberikan ponsel oleh ayahnya, Kris King, pada Senin (13/12/2021). Balita itu dipinjamkan ponsel untuk membuatnya tetap terhibur selama ikut menyaksikan pertandingan sepak bola yang diikuti saudara perempuan.

Namun, balita tersebut ternyata melakukan tindakan lebih dari sekadar bermain Candy Crush. Christian King rupanya berhasil memesan es krim dan kue senilai 1.139 dollar Australia dari Gelato Messina di Sydney, termasuk kue ulang tahun. Ayahnya, Kris King, mengatakan bahwa pesanan itu termasuk 99 kue ulang tahun.

Kris King menduga anaknya sudah merencanakan membeli kue untuk perayaan ulang tahunnya yang akan datang pada Januari 2022. Christian memesan makanan dalam jumlah besar ke tempat kerja ayahnya di stasiun pemadam kebakaran Newtown.

“Pertama-tama saya pikir (pembelian) itu hanya 139 dollar. Tapi, kemudian saya benar-benar melihatnya dan itu adalah 1.139 buck dan kami hampir mengalami serangan jantung berdarah,”kata King kepada Perth Currently, sebagaimana dilansir Mirror pada Rabu (15/12/2021).

Seorang Balita Tidak Sengaja Memesan Es Krim Seharga Rp 11 Juta, Saat Dipinjamkan Ponsel Oleh Ayahnya

Kris King menyampaikan, ternyata benar anaknya mengatakan kepadanya bahwa dia memesan kue ulang tahun untuk dirinya sendiri. Dia pun mengaku tidak percaya atas kejadian tersebut.

“Pertama-tama, saya emosi setelah mengetahuinya, meneriakkan namanya (Christian) di jalan. Dia pun berlari ke kamarnya sebelum saya memberitahunya,”ujar Kris King. Meski sempat marah, King merasa sangat beruntung saat itu.

Pasalnya, dia diselamatkan setelah UberEats yang setuju untuk membayar uang yang digunakan Christian untuk membeli banyak es krim dan kue. Namun, King telah memberi tahu Christian bahwa Santa mungkin tidak akan mengirimkan hadiah ke rumah tahun ini setelah dirinya melakukan pesanan makanan besar-besaran.

“Yang terpenting adalah ketika UberEats mengatakan kami akan mengembalikan uang Anda,”kata King.

Sebuah Kuburan Massal Ditemukan Dekat Kamp Nazi Zaman Perang Dunia II di Rusia Barat Ada 1.362 Mayat

darkroastpress.com – Sebuah kuburan massal dekat kamp Nazi selama Perang Dunia II ditemukan di Rusia barat berisi 1.362 mayat, 675 di antaranya anak-anak.

Semua mayat yang diyakini warga sipil ditemukan di kuburan massal yang tidak tercatat di dekat pangkalan unit SS (Schutzstaffel/Pasukan Pengawal) Adolf Hitler yang beroperasi selama Perang Dunia II, kata para ahli.

Melansir Daily Mail pada Jumat (19/1/2021) mayat di kuburan massal itu ditemukan dalam keadaan telanjang dan tanpa sepatu saat dikuburkan, dari luar terlihat hampir semuanya tanpa luka.

Satu teori yang mengerikan adalah bahwa para korban yang lebih muda berasal dari kamp konsentrasi Nazi terdekat yang terkenal di Leningrad (sekarang St Petersburg).

Pada period Nazi, kamp konsentrasi di Leningrad itu telah memenjara 300 lebih anak-anak secara brutal, untuk memasok darah bagi perwira dan tentara Jerman yang terluka saat bertempur.

Di kuburan massal Nazi tersebut banyak bayi baru lahir hingga remaja tewas dengan keadaaan kehilangan darah yang kronis.

Kepala tim pencari kuburan massal Viktor Ionov mengatakan, “Kami menggali dan menggali, tetapi (seperti) tidak ada habisnya sama sekali.” “Dan kuburan massal warga sipil itu secara moral lebih sulit digali dari pada korban militer,”ungkapnya.

Ia menerangkan, “Para korban tidak mengenakan pakaian dan sepatu. Biasanya (korban militer) ada sesuatu yang membusuk, misalnya sol, tapi tidak di sini.”Pekan ini 50 karung jenazah manusia diambil dari kuburan massal di desa Novaya Burya, di distrik Lomonosovsky di wilayah Leningrad itu.

Karung terbaru berisi 415 korban Nazi yang digali di kuburan massal tersebut, di mana lebih dari setengahnya adalah anak-anak. “Total 1.362 mayat, 675 di antaranya anak-anak, telah digali di sini,”ujar relawan pencarian Sergei Beregovoi.

Sebagian besar mayat orang dewasa adalah wanita, termasuk setidaknya 3 orang yang sedang hamil. Mayat yang ditemukan di kuburan massal di dekat kamp Nazi itu tidak miliki luka tembak, sementara sangat sedikit korban menunjukkan tanda-tanda pukulan.

Sebagian besar tidak memiliki petunjuk penyebab kematian mereka. Diperkirakan lebih banyak korban akan ditemukan saat pencarian dilanjutkan setelah musim dingin. Satu mayat dengan label bernomor 1410 ditemukan, tetapi signifikansinya sejauh ini tidak jelas.

Petunjuk pertama dari kuburan massal terungkap ketika kerangka 2 orang dewasa dan seorang anak yang baru lahir ditemukan setahun yang lalu selama survei tanah di wilayah Leningrad.

Segera setelah 20 kerangka lain ditemukan, kasus kriminal pembunuhan massal dibuka oleh Komite Investigasi Rusia. Penemuan kuburan massal dari era Nazi sekarang kemungkinan akan dikategorikan ulang sebagai penyelidikan genosida, kata laporan otoritas terkait.

Pasukan Nazi beroperasi sekitar 300 meter dari situs kuburan massal yang ditemukan tersebut, antara tahun 1941 hingga awal 1943 selama pengepungan Leningrad yang sekarang bernama St Petersburg. Device SS Hitler berbasis di dekat lokasi tersebut.

“Hal yang paling misterius adalah bahwa baik para orang tua, maupun sejarawan lokal, tidak mengingat apa pun tentang apa yang terjadi di sini,”ujar Ionov tentang cerita di balik kuburan massal yang ditemukan.

“Tidak ada bukti dalam arsip militer,”imbuhnya. Sehingga, keberadaan kuburan massal di dekat kamp konsentrasi Nazi itu tidak diketahui sama sekali dan tidak ada kecurigaan tentang hal itu. “Saya tidak mengerti mengapa tidak ada yang tahu apa-apa tentang apa yang terjadi di sini,”pungkasnya.

Pasukan Keamanan Polandia Tembakan Gas Air Mata ke Para Migran Diperbatasan Belarus

Pasukan Keamanan Polandia Tembakan Gas Air Mata ke Para Migran di Perbatasan Belarus

darkroastpress.com – Pasukan keamanan Polandia menembakkan gas air mata ke para migran yang melemparkan batu di perbatasan dengan Belarus pada Selasa (16/11/2021). Sementara itu, NATO menegaskan kembali dukungannya untuk Warsawa, dalam krisis yang menyebabkan ribuan orang terdampar di perbatasan dalam suhu dingin.

Reuters mewartakan, rekaman video yang dirilis oleh pihak berwenang Polandia menunjukkan, para migran juga melemparkan botol dan kayu gelondongan melintasi pagar perbatasan kawat berduri. Ada juga yang menggunakan tongkat untuk mencoba menerobos.

Tujuh polisi terluka dalam kekerasan itu, krisis terbaru yang menurut Uni Eropa (UE) diatur oleh Belarus– sekutu Rusia, sebagai pembalasan atas sanksi UE yang dijatuhkan atas tindakan keras terhadap protes politik, tuduhan yang dibantah Minsk.

Hingga 4.000 migran, sebagian besar dari Irak dan Afghanistan, sekarang menunggu di hutan yang membeku, di tempat yang tidak hanya menjadi perbatasan Polandia, tetapi juga perbatasan eksternal Uni Eropa dan NATO, aliansi militer Barat.

Pasukan Keamanan Polandia Tembakan Gas Air Mata ke Para Migran di Perbatasan Belarus

“Kami sangat prihatin tentang cara rezim (pemimpin Belarus Alexander) Lukashenko menggunakan migran yang rentan sebagai taktik hibrida terhadap negara lain,”kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada pertemuan menteri pertahanan aliansi di Brussels.

” Kami berdiri dalam solidaritas dengan Polandia dan semua sekutu yang terkena dampak.” Lithuania dan Latvia, yang seperti Polandia adalah anggota NATO dan Uni Eropa, juga telah melaporkan peningkatan tajam dalam upaya untuk menyeberang dari Belarus sejak musim panas.

Setidaknya delapan migran tewas di perbatasan selama krisis. Satu, seorang pria Suriah berusia 19 tahun, dimakamkan pada Selasa (16/11/2021) di desa Bohoniki, timur laut Polandia.

Seorang anak laki-laki Kurdi berusia sembilan tahun, yang kedua kakinya diamputasi, termasuk di antara mereka yang terjebak di antara danau, rawa dan hutan di perbatasan. Insiden ini terjadi setelah Polandia menolak membiarkan mereka masuk dan pasukan Belarus mencegah mereka kembali.

Penderitaan Besar

Pasukan Keamanan Polandia Tembakan Gas Air Mata ke Para Migran di Perbatasan Belarus

“Kita dapat melihat penderitaan besar orang-orang yang dibiarkan dalam keadaan terombang-ambing,”kata Dunja Mijatovic, komisaris hak asasi manusia untuk Dewan Eropa, pengawas hak-hak Eropa yang lebih besar dari Uni Eropa dan termasuk Rusia di antara anggotanya.

Setelah mengunjungi pusat bantuan migran di kota Polandia di dekat perbatasan, dia berkata, “Kita perlu menemukan cara untuk mengurangi eskalasi, untuk memastikan bahwa fokusnya adalah menghentikan penderitaan.” Hubungan antara Belarus dan Uni Eropa memburuk setelah pemilihan presiden yang diperebutkan tahun lalu.

Lukashenko, yang telah memegang kekuasaan sejak 1994, mengeklaim kemenangan dalam pemungutan suara. Klaim itu memicu protes jalanan massal dan, pada gilirannya, ditanggapi dengan tindakan keras polisi. Uni Eropa sepakat pada Senin (15/11/2021) untuk menjatuhkan sanksi lebih pada Belarus, dengan menargetkan maskapai penerbangan, agen perjalanan dan individu yang terlibat dalam mendorong migran menuju perbatasan.

Uni Eropa dan NATO telah meminta Rusia, sekutu paling penting Lukashenko, untuk membuatnya mengakhiri krisis. Barat juga memperingatkan Kremlin atas apa yang dikatakan NATO sebagai penumpukan militer Rusia di perbatasan dengan negara tetangga Ukraina.

Di Brussel, Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly mengatakan, Eropa mengawasi baik perbatasan Polandia-Belarus dan aktivitas Rusia di dekat Ukraina. “Ini adalah instrumentalisasi (dari migran) yang tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Menteri Pertahanan Italia Lorenzo Guerini mengatakan, Barat bertindak bersama untuk mengutuk tegas rezim Belarus. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Lukashenko membahas masalah itu pada Selasa (16/11/2021), kantor berita negara Rusia TASS mengutip pernyataan Kremlin.

Kantor berita negara Belarus BELTA mengatakan, penjaga perbatasan telah mulai memindahkan para migran, yang berkumpul di titik penyeberangan, ke pusat penerimaan yang lebih jauh dari perbatasan.

Moskwa menolak komentar Departemen Luar Negeri AS bahwa krisis itu dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dari Ukraina, dari mana Rusia mencaplok Krimea pada 2014. Rusia juga mendukung separatis yang memerangi pasukan pemerintah di Ukraina timur.

Pengobatan Tradisional China di Afrika (TCM) Diwaspadai Memicu Ancaman Beberapa Spesies Terancam Punah

Pengobatan Tradisional China di Afrika (TCM) Diwaspadai Memicu Ancaman Beberapa Spesies Terancam Punah

darkroastpress.com – Perluasan pengobatan tradisional China (TCM) di banyak negara Afrika diwaspadai memicu pertumbuhan perdagangan satwa liar ilegal dan mengancam masa depan beberapa spesies paling terancam punah di dunia, seperti trenggiling dan badak.

Badan Investigasi Lingkungan yang berbasis di London (EIA) menyelidiki kejahatan terhadap satwa liar dan lingkungan mengeluarkan laporan pada Rabu (10/11/2021) bahwa pengobatan tradisional China picu bencana untuk beberapa spesies hewan yang terancam punah.

Melansir Al Jazeera pada Rabu (10/11/2021), China telah mempromosikan pengobatan tradisional yang sudah ada sejak lebih dari 2.500 tahun, di seluruh Afrika.

“Pada akhirnya, pertumbuhan TCM yang tak terkekang menimbulkan ancaman serius bagi keanekaragaman hayati yang ditemukan di banyak negara Afrika, semuanya atas nama keuntungan jangka pendek,”kata Juru Kampanye Satwa liar EIA Ceres Kam dalam sebuah pernyataan.

“Setiap pemanfaatan spesies di TCM berpotensi memicu permintaan lebih banyak, mendorong kejahatan terhadap satwa liar dan pada akhirnya menyebabkan eksploitasi berlebihan,”terang Kam.

Laporan Lethal Remedy “Bagaimana promosi beberapa obat tradisional China di Afrika menimbulkan ancaman besar bagi satwa liar yang terancam punah”, menyebutkan bahwa produk pengobatan tradisional China sangat mudah diakses di Afrika.

Perusahaan dan klinik TCM didirikan di negara-negara di seluruh benua Afrika, dan Beijing meningkatkan kegiatan promosi sejalan dengan pandemi Covid-19.

Dikatakan beberapa pengecer sedang membangun rantai pasokan lengkap dari sumber ke penjualan. Sehingga, Kam mendesak pengawasan ketat TCM serta tindakan pemerintah untuk mencegah penggunaan satwa liar yang terancam punah dalam produknya.

Status larangan penggunaan cula badak dan bagian tubuh harimau diberlakukan pada 1993. Namun tiba-tiba dicabut pada 2018, sebelum pemerintah Afrika membuat perubahan yang jelas.

Pengobatan Tradisional China di Afrika (TCM) Diwaspadai Memicu Ancaman Beberapa Spesies Terancam Punah

“Kami memahami bahwa pengobatan tradisional merupakan bagian integral dari banyak budaya dan memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan di Afrika dan sekitarnya,”kata Kam.

“Kekhawatiran kami yang sangat nyata adalah bahwa perluasan TCM yang begitu besar di Afrika, akan berdampak pada peningkatan permintaan secara drastis untuk perawatan yang mengandung satwa liar, yang menyebabkan lebih banyak spesies menjadi terancam atau punah,”jelasnya.

Dengan berlanjutnya pandemi Covid-19, diperkirakan isu perawatan kesehatan, termasuk memperkuat hubungan antara pengobatan tradisional China dan Afrika, kemungkinan akan menjadi bahasan utama di Forum Kerjasama China-Afrika (FOCAC) yang akan dimulai di Senegal pada akhir November.

EIA mencatat bahwa Afrika Selatan, Kamerun, Tanzania, dan Togo termasuk di antara negara-negara Afrika yang telah menandatangani perjanjian dengan China untuk mengembangkan pengobatan tradisional China.

Sementara, Afrika Selatan dan Namibia telah mengakui pengobatan tradisional China sebagai sistem kesehatan masyarakat mereka. China menggantikan Amerika Serikat sebagai mitra dagang terbesar Afrika sejak 2009, dan total perdagangan mencapai 200 miliar dollar AS (Rp 2.849 triliun) pada 2020, menurut Pusat Studi Strategis Afrika.