Category Archives: Internasional

Ribuan Warga Berunjuk Rasa di Tel Aviv, Menyerukan Permaian Israel- Palestina

Tagar Palestina Menang Trending di Twitter, Netizen Bagikan Euforia Warga  Palestina Usai Gencatan Senjata - Semua Halaman - Hai

Darkroastpress.com – Ribuan orang Israel berunjuk rasa di kota Tel Aviv, menyerukan warga Yahudi-Arab hidup berdampingan.

Unjuk rasa tersebut berlangsung pada Sabtu malam, merupakan salah satu trial yang berlangsung di seluruh Israel yang menyerukan perdamaian antara Israel dan Palestina, menyusul 11 hari pertempuran Israel-Hamas di Jalur Gaza.

Pertempuran tersebut menyebabkan 200 lebih warga Palestina tewas, termasuk sekitar 60 anak-anak. Sementara jumlah korban jiwa di pihak Israel sebanyak 12 orang, termasuk anak-anak. Pertempuran ini berujung gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat dini hari.

Dikutip dari Celebrity Tribune, Senin (24/5), para pengunjuk rasa berpawai di kota dan kemudian berkumpul di pusat Alun-Alun Habima untuk mendengarkan orasi para politikus dan artis.

Ayman Odeh, pemimpin partai Arab utama di parlemen, menyerukan hak pendirian negara Palestina berdampingan dengan Israel.

” Ada dua rakyat di sini. Keduanya berhak menentukan nasib sendiri,” ujarnya.

Penulis Israel, David Grossman mengatakan, “pertempuran hari ini bukan antara Arab dan Yahudi, tapi antara mereka di kedua belah pihak yang berjuang hidup dalam damai dan hubungan yang adil, dan mereka di kedua belah pihak yang termakan kebencian dan kekerasan.”

Sudah Setahun Lebih dalam Truk Pendingin 750 Mayat Korban Covid-19 di New York

Mengerikan! Deretan Truk Berisi Ratusan Mayat Korban COVID-19 Belum Dikubur  di New York

Darkroastpress.com – Ketika New York muncul sebagai pusat pandemi infection corona musim semi tahun lalu, kota itu mulai menyimpan mayat korban Covid-19 di dalam truk berpendingin di sepanjang tepi laut Brooklyn.

Lebih dari setahun kemudian, ratusan mayat itu masih dalam kamar mayat bergerak tersebut di 39th Street Pier di Sunset Park.

Dalam sebuah laporan kepada komite kesehatan dewan kota pekan lalu, pejabat di Kantor Kepala Pemeriksa Medis New York City mengakui sekitar 750 mayat korban Covid-19 masih disimpan dalam truk tersebut. Para pejabat menyampaikan selama rapat komite pada Rabu, mereka akan mencoba mengurangi jumlahnya segera.

Wakil eksekutif komisioner kantor pemeriksa medis, Dina Maniotis, menyampaikan kebanyakan mayat itu bisa berakhir di Pulau Hart, lepas pantai Bronx, di mana pemerintah kota menguburkan warga miskin dan jasad yang tak diambil keluarganya selama lebih dari satu abad.

“Kami akan terus bekerja sama dengan para keluarga,” jelas Maniotis kepada komite kesehatan menurut situs internet New york city City, dikutip dari The Washington Post, Senin (10/5).

“Segera ketika keluarga menyampaikan kepada kami mereka mau keluarganya dipindahkan ke Pulau Hart, kami melakukan itu dengan cepat,” lanjutnya.

Menurut sebuah analisis yang dilaksanakan melalui kolaborasi New York City dan Stabile Facility for Investigative Reporting Fakultas Jurnalisme Universitas Columbia, satu sampai 10 korban virus corona di kota itu bisa jadi dikubur di pulau tersebut. Analisis ini mengungkapkan sedikitnya 2.334 orang dewasa dikuburkan di pulau itu pada 2020, dua kali lipat lebih dari angka 2019.

Pada Maret dan April tahun lalu, New York City merupakan satu di antara wilayah yang paling parah dihantam pandemi virus corona. Kantor pemeriksa medis, yang menangani 20 kematian setiap hari, dibanjiri dengan 200 kasus kematian per hari, berdasarkan laporan The Wall Street Journal.

Antara 500 dan 800 mayat disimpan di mobil berpendingin sejak April 2020, menurut perkiraan yang dihimpun pemerintah New york city City dan Stabile Facility.

Maniotis mengatakan kepada komisi kesehatan, banyak keluarga korban yang mayatnya masih dalam mobil itu mengatakan mereka memilih pemakaman di Pulau Hart. Dalam beberapa kasus, kata dia, pemerintah kota kehilangan kontak dengan keluarga korban.

Truk berpendingin, yang mencakup 85 dikirim ke pemerintah kota oleh Badan Manajemen Kedaruratan Fedeal, diparkit di luar rumah sakit selama hari-hari terburuk pandemi di kota itu, menjadi salah satu tanda paling jelas tingginya angka kematian.

Song Jong ki Merasa Sangat Senang dan Puas Memerankan Perannya di Drama Korea Vincenzo

Vincenzo Berakhir Indah, Song Joong Ki Banjir Pujian

Darkroastpress.com – Track Joong Ki baru selesai memerankan Vincenzo Cassano sebagai antihero dalam dramatization Korea Vincenzo.

Soal dramatization tersebut, dia mengaku merasa sangat puas telah berhasil menjalankan rencana balas dendam dengan penuh penghayatan.

“Saya tidak merasa itu kejam. Saya sering berpikir bahwa kita harus menghukum orang yang telah berbuat kejahatan. Saya tahu ini dramatization fiksi, tapi saya sangat puas dengan cara menghukum para penjahat itu,” kata Song Joong Ki, dilansir Yonhap News.

Meski telah menjalankan aksi heroik, Song Joong Ki enggan menyebut karakternya sebagai pahlawan karena termasuk penjahat.

“Seperti yang Vincenzo bilang, dia sampah yang membuang sampah lainnya. Dia cuma orang jahat,” katanya.

Kehadiran Vincenzo menjadi salah satu pencapaian bagi Song Joong Ki, setelah pada 2019 ia hanya mendapatkan sedikit penonton untuk dramatization Arthdal Chronicles.

Selain itu, aktor kelahiran 19 September 1985 itu membocorkan akan berperan dalam movie dengan category serupa berjudul Bogota.

Movie itu nantinya akan mengisahkan tentang imigran Korea yang tinggal di Kolombia pada 1990.

Pembuatannya sempat ditunda beberapa kali karena pandemi.

Vincenzo merupakan pengacara yang juga bagian dari mafia Italia. Dia melawan kekuatan sosial yang berkuasa di Korea. Dengan berani dia melangkahi batas ethical dan menggunakan kekerasan untuk melawan penjahat.

Pada episode terakhir, Vincenzo dengan sikap mafianya berhadapan dan menghukum langsung Jang Jun Woo (Ok Taecyeon), karena telah secara ilegal menjalankan bisnis namun terbebas dari tuntutan di mata hukum.

Vincenzo menduduki peringkat tertinggi ke-6 sebagai drama yang digarap tvN, dan menjadi tayangan yang paling banyak ditonton di Korea Selatan.

Kabar Duka dari Korsel, Bintang Film Drama Mouse Jeong Ha Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

Cheon Jeong Ha Pemain Drama "Mouse" Meninggal Dunia

Darkroastpress.com – Kabar duka kembali terdengar dari dunia hiburan Korea Selatan. Aktris yang tengah membintangi drama Computer mouse, Cheon Jeong Ha, dinyatakan meninggal dunia.

Cheon Jeong Ha mengembuskan napas terakhir di usia 52 tahun. Pihak keluarga mengungkap penyebab kematian dari sang aktris.

“Cheon Jeong Ha ditemukan meninggal dunia di kediamannya kemarin. Dia mengidap tekanan darah rendah. Penyebab kematian diperkirakan serangan jantung karena tekanan darah rendah dan gagal jantung kongestif,” ungkapnya.

Cheon Jeong Ha akan disemayamkan di Rumah Sakit Seoul National College.

Cheon Jeong Ha debut sebagai aktris pada tahun 90-an setelah menyelesaikan pendidikannya di universitas. Ia kemudian bergabung dengan sejumlah pertunjukan dramatization teater seperti Satisfied Young Day hingga Rat.

Kemampuan beraktingnya membuatnya diganjar penghargaan di dunia teater, dengan mendapatkan penghargaan Many Popular Theatre Starlet dari PaekSang Arts Honor.

Setelah bertahun-tahun bergelut dengan dunia panggung, Cheon Jeong Ha akhirnya menjajal berakting di layar kaca pada 2006. Proyek pertamanya merupakan serial TELEVISION bertajuk Coma, dan membuatnya beradu peran dengan Im Won Hee hingga Lee Jung Heon.

Cheon Jeong Ha tak hanya berhenti berkarier di dunia teater dan layar kaca saja. Ia juga tampil di layar lebar pada 2010 dengan membintangi sebuah film bertajuk Twilight Gangsters.

Nama Cheon Jeong Ha kemudian semakin dikenal usai tampil di sejumlah dramatization Korea populer. Ia mengambil peran-peran pendukung seperti di dramatization Flower of Wickedness, Beyond Evil, hingga yang baru-baru ini, dramatization Mouse.

Di dramatization Mouse, ia membintangi sosok ibu dari Na Chi Guk (Lee Seo Joon) yang merupakan rekan satu sekolah Jung Bachelor’s degree Reum (Lee Seung Gi) dan sipir penjara.

Hong Kong Tidak Menerima Penerbangan dari India, Filipina, dan Pakistan Untuk Sementara

Bandara Hong Kong Perpanjang Penutupan Akses bagi Traveler Asing -  Lifestyle Liputan6.com

Darkroastpress.com – Hong Kong memutuskan untuk tidak menerima penerbangan dari tiga negara yakni India, Filipina, dan Pakistan. Aturan itu berlaku mulai 20 April mendatang.

Keputusan itu diambil setelah ditemukan kasus pertama varian infection corona N501Y.

“Tiga negara itu diklasifikasikan sebagai ‘risiko sangat tinggi; setelah ada beberapa kasus impor yang membawa kepanikan ke Hong Kong dalam 14 hari terakhir,” kata Pemerintah Hong Kong dikutip dari Reuters, Senin (19/4).

Maskapai yang terkena dampak ini yakni Cathay Pacific (0293. HK), Hong Kong Airlines, Vistara, dan Cebu Pacific (CEB.PS).

Berdasarkan data Otoritas Kesehatan Hong Kong, pada Minggu ada 30 baru kasus COVID-19 di mana 29 di antaranya merupakan kasus impor. Tambahan itu menjadi yang tertinggi sejak 15 Maret lalu.

Sejauh ini, Hong Kong mencatat lebih dari 11.600 kasus COVID-19 dan 209 kematian.

Dalam menekan penularan COVID-19, Hong Kong mendesak seluruh penduduk agar mau divaksin. Tapi sejauh ini, baru sekitar 9 persen dari complete 7,5 juta penduduk Hong Kong yang sudah divaksin.

Selain itu pemerintah sejak pekan lalu telah memperluas skema vaksin di kota. Mereka akan fokus menyasar penduduk berusia 16 hingga 29 tahun agar mau divaksin. Sebab banyak dari mereka menolak untuk divaksin.