Category Archives: Internasional

Rumah Produksi Drama Korea River When The Moon Rises Menggugat Ji Soo dan Agensinya

Ini Fakta Kasus Tuduhan Bullying Aktor Ji Soo

Darkroastpress.com – Rumah Produksi Victory Contents yang membuat drama Korea River When The Moon Rises menggugat mantan pemeran utamanya Ji Soo, dan agensi yang menaunginya KeyEast Entertainment.

Hal ini karena mereka dianggap telah menyebabkan kerugian sebesar 3 miliar Won atau sekitar Rp 38 miliar akibat skandal bullying yang menjerat Ji Soo, di tengah produksi yang hampir rampung sekitar 90 persen.

Victory Contents diketahui telah mengajukan gugatan itu ke Pengadilan Pusat Distrik Seoul kepada KeyEast.

“Saat kasus kontroversi kekerasan yang dilakukan oleh Ji Soo terungkap, pengambilan gambar hampir rampung saat itu. Akhirnya Ji Soo digantikan oleh aktor lain dan kami harus mengambil ulang adegan untuk pemeran pria utama,” ujar Victory Content dalam pernyataan yang dilansir Koreaboo.

“Biaya tambahan untuk produksi itu sangatlah besar tapi tetap mengambil ulang adegan untuk episode 1-6 sebagai langkah menjaga janji kami memberikan penampilan terbaik bagi penggemar,” lanjutnya.

Beberapa biaya besar yang dikeluarkan oleh Victory Contents meliputi biaya untuk staf, biaya untuk lokasi dan peralatan, biaya untuk penampilan khusus (cameo), dan masih banyak lagi.

Selain itu River When The Moon Rises juga mengalami penurunan rating penonton, keterlambatan distribusi ke distributor luar negeri, hingga menurunkan penjualan.

“Kami telah mencoba bernegosiasi dengan KeyEast Entertainment membahas kompensasi kerugian atas skandal itu, namun tak membuahkan hasil karena pihak agensi tidak kooperatif. Oleh karena itu kami mengajukan tuntutan dan mengharapkan agar kasus ini cepat selesai sehingga mendapatkan kembali kompensasi kami,” kata Victory Contents.

Di samping itu, rumah produksi berharap setelah kasus ini selesai di meja hijau, mereka dapat kembali memproduksi konten penyiaran yang baik, sehat, dan memuaskan bagi para penonton.

Seperti diketahui, pada Maret 2021 skandal yang menyeret Ji Soo terungkap ke publik bahwa aktor itu pernah melakukan bullying saat duduk di bangku sekolah.

Selain itu juga kekerasan seksual hingga kekerasan fisik. Akhirnya Ji Soo mengakui perbuatan itu.
Akibatnya posisi Ji Soo sebagai pemeran utama dalam drama River When The Moon Rises digantikan oleh Na In Woo.

Myanmar Berstatus Darurat Perang Saudara Berskala Besar, PBB Diminta Segera Bertindak

Kondisi Myanmar Makin Memprihatinkan - Dunia Tempo.co

Darkroastpress.com – New York City, Utusan khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener memperingatkan bahwa negara tersebut di ambang perang saudara berskala besar.

Hal itu diungkapkan Burgener dalam rapat virtual pada Rabu (31/3/2021) sebagaimana dilansir Associated Press. Burgener lantas mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mempertimbangkan tindakan yang berpotensi membalikkan kudeta militer dan memulihkan demokrasi.

Kendati demikian, Burgener tidak memerinci tindakan apa yang diperlukan untuk membalikkan kudeta yang dilakukan militer Myanmar pada 1 Februari.

Di satu sisi, Burgener menegaskan bahwa tindakan keras yang dilakukan aparat Myanmar terhadap demonstran bakal membawa negara tersebut terjerumus menjadi negara yang gagal.

“Ini bisa terjadi di bawah pengawasan kita. Dan kegagalan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut akan merugikan dunia jauh lebih banyak dalam jangka panjang,” kata Burgener. Dia menambahkan, sekaranglah saatnya untuk mencegah sesuatu yang lebih buruk terjadi di Myanmar.

Burgener mendesak DK PBB untuk mempertimbangkan semua alat yang tersedia lalu mengambil tindakan kolektif.

“Dan melakukan apa yang pantas diterima rakyat Myanmar, yakni mencegah bencana multidimensi di jantung Asia,” sambung Burgener. Dalam pertemuan virtual tersebut, Burgener juga mengecam pembunuhan dan penangkapan para demonstran tak bersenjata.

Hingga Rabu, Asosiasi Bantuan Myanmar untuk Tahanan Politik melaporkan bahwa sekitar 2.729 orang telah ditangkap dan 536 orang telah terbunuh. Pada 10 Maret, DK Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang menyerukan dibatalkannya kudeta serta mengutuk keras kekerasan terhadap demonstran.

Pernyataan itu menekankan perlunya menegakkan proses demokrasi dan menyerukan dibebaskannya petinggi negara seperti Aung San Suu Kyi dan Win Myint yang ditahan junta militer.
Pernyataan tersebut sebenarnya lebih lemah daripada draf awal yang diedarkan oleh salah satu anggota tetap DK PBB, Inggris.

Dalam draf awal yang tidak disetujui tersebut, pernyataan DK PBB akan berisi kutukan keras terhadap kudeta dan mengancam akan turun tangan di Myanmar jika situasinya semakin memburuk.

Burgener kembali menekankan bahwka DK PBB harus segera bertindak karena dia khawatir kejahatan internasional yang serius dan pelanggaran hukum internasional oleh junta militer Myanmar akan semakin parah.

“Karena panglima tertinggi (militer Myanmar) tampaknya bertekad untuk memperkuat cengkeramannya yang melanggar hukum atas kekuasaan dengan kekerasan,” imbuh Burgener. Dia sepakat jika mediasi membutuhkan dialog.

Namun junta militer Myanmar telah menutup pintunya terhadap dunia. “Jika kita menunggu mereka (junta militer) siap berbicara, pertumpahan darah akan segera terjadi,” sambung Burgener.

Saat Syuting Black Widow Scarlett Johansson Sempat Terkena Gejala Covid-19

Sukses di Marvel, 6 Film Ini Juga Sukses Dibintangi Scarlett Johansson

Darkroastpress.com – Black Widow adalah film pertama dari fase ke-4 di Marvel Cinematic Universe. Rencananya, film akan tayang pada 9 Juli mendatang.

Saat mempromosikan film tersebut, sutradara Cate Shortland menceritakan seperti apa proses syuting yang dijalani. Menurutnya, proses syuting berlangsung dengan sangat berat.
Apalagi, Shortland mengaku, saat syuting aktris Scarlett Johansson dan Florence Pugh sempat mengalami gejala COVID-19, yakni pneumonia.

“Rasanya seperti latihan militer. Saat sudah hampir selesai, Scarlett dan Florence Pugh bahkan harus syuting saat sakit pneumonia,” ungkap Shortland dikutip AceShowbiz.

Sang sutradara pun mengapresiasi etos kerja Scarlett Johansson selama 4 bulan melakukan proses syuting di berbagai lokasi. Menurutnya, Johansson adalah aktris yang sangat profesional.

“Dia selalu jujur dan hal itu membuat kita senang berada di dekatnya. Dia tak pernah ragu untuk bercanda dengan kru sehingga tidak ada kesenjangan di antara kita,” kata Shortland.

“Dia juga sangat menghargai kerja orang lain dan ia selalu memastikan orang lain merasa bersemangat,” sambungnya.

Cate Shortland menambahkan, Johansson ikut terlibat dalam membuat semua adegan terasa nyata. Ia selalu ingin membuat satu karya yang menarik bagi banyak orang.

“Ia ingin membuat film yang berarti bagi banyak anak muda dan perempuan. Apalagi, ia tahu ini mungkin akan jadi film terakhirnya sebagai Black Widow dan ia tak mau meninggalkan Marvel dengan kesan yang kurang baik,” tuturnya.

Selain Scarlett Johansson dan Florence Pugh, ada banyak aktor hebat yang terlibat di film Black Widow. Beberapa di antaranya adalah David Harbour, O-T Fagbenle, William Hurt, Ray Winstone, dan Rachel Weisz.

Upaya Evakuasi Kapal Besar Ever Given Tersangkut di Terusan Suez, Membuat Lalu Lintas Pengriman Macet

Melihat Kapal Nyangkut di Terusan Suez yang Bikin Heboh

Darkroastpress.com – Upaya untuk membebaskan kapal Ever Given agar bisa kembali berlayar, gagal pada hari keempat Terusan Suez macet, Jumat (26/3/2021).

Akibat Terusan Suez macet, banyak perusahaan pelayaran memerintahkan kapalnya mengubah rute untuk memutar dari jalur pintas tersebut.

Kapal Ever Given atau kapal Evergreen sesuai nama operatornya, yang panjangnya 400 meter, selebar 59 meter, serta berbobot 200.000 ton, terjepit secara diagonal sejak Selasa (23/3/2021), dan membuat Terusan Suez ditutup.

“Upaya lain untuk membebaskan kapal itu hari ini gagal,” kata Berhard Schulte Shipmanagement (BSM) yang berbasis di Singapura, dalam pernyataan yang dikutip AFP.

Terusan Suez macet menimbulkan antrean panjang. Lebih dari 200 kapal di kedua ujung kanal sepanjang 193 kilometer itu tak bisa masuk, dan pengiriman minyak serta produk-produk lainnya pun tertunda.

BSM melanjutkan, “Fokusnya sekarang adalah pengerukan untuk menghilangkan pasir dan lumpur dari sekitar sisi kiri haluan kapal.

” Otoritas Terusan Suez mengatakan, 15.000-20.000 meter kubik tanah harus dikeruk untuk mencapai kedalaman 12-16 meter agar kapal Ever Given bisa bergerak.

Kalau cara ini gagal juga, tim akan menurunkan beberapa muatan kapal Ever Given atau kapal Evergreen dengan memanfaatkan air pasang yang akan dimulai Minggu (28/3/2021).

Kemudian Smit Salvage perusahaan Belanda yang terkenal mengevakuasi berbagai bangkai kapal dalam beberapa tahun terakhir mengatakan, akan ada dua kapal tunda tambahan yang tiba besok untuk membantu.

“Tidak ada laporan pencemaran atau kerusakan kargo dan penyelidikan awal tidak menyebutkan adanya kerusakan mekanis atau mesin sebagai penyebab kecelakaan,” terang BSM.

AFP melaporkan, para kru bekerja sepanjang malam menggunakan mesin pengeruk besar di bawah lampu sorot. Salah dua raksasa pengiriman global yang mengubah rutenya adalah Maersk dan Hapag-Lloyd asal Jerman.

Perubahan rute akibat Terusan Suez macet ini diperkirakan menelan biaya beberapa ratus ribu dollar AS (miliaran rupiah) untuk bahan bakar tambahan, dan menaikkan biaya pengiriman 15-20 persen, menurut Plamen Natzkoff seorang pakar di VesselsValue.

“Perusahaan perkapalan terpaksa menghadapi momok memutar jauh ke sekitar Tanjung Harapan agar sampai ke Eropa atau pantai timur Amerika Utara,” kata pernyataan Lloyd’s List, perusahaan data dan berita pengiriman.

“Kapal kontainer pertama yang melakukannya adalah Ever Greet milik Evergreen, saudaranya Ever Given,” terangnya seraya menjelaskan rute memutar kapal Terusan Suez akan butuh waktu 12 hari tambahan.

Kronologi Terusan Suez macet bermula dari badai pasir yang melanda Gurun Sinai, dan membuat pandangan kapten kapal terhalang.

Kecepatan angin mencapai 40 knot dan menyebabkan kapal Ever Given atau kapal Evergreen keluar jalur hingga tersangkut di kedua sisi kanal.

Jerman Lockdown Pasca Vaksin Sinovac Aman Untuk Anak

Jerman Kembali Lockdown, Siap-siap Resesi Lagi?

Darkroastpress.com – Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan para pemimpin Jerman lainnya menyetujui lockdown ketat yang akan diberlakukan selama liburan Paskah.

“Kami berada dalam pandemi baru karena penyebaran virus corona,” ucap Merkel, dikutip dari DW.

Jerman berencana akan memperpanjang aturan lockdown hingga 18 April 2021. Kabar tersebut diumumkan Merkel pada Selasa pagi.

Namun, Merkel juga menyampaikan bahwa Jerman harus bijaksana dan fleksibel dalam penanganan pandemi virus corona serta berpacu dengan waktu dalam melakukan vaksinasi kepada seluruh warganya.

Perusahaan Sinovac menyatakan vaksin corona buatannya aman untuk diberikan kepada anak-anak berusia tiga hingga 17 tahun. Kini, perusahaan telah menyerahkan data penelitian awal tersebut ke pemerintah China.

Dikutip dari Reuters, Direktur Medis Sinovac Gang Zeng mengatakan, pengujian tahap awal itu melibatkan 550 anak.

“Dari hasi penelitian memperlihatkan, vaksin tersebut bisa memicu kekebalan,” ujar Zeng dalam konferensi persnya.

Meski begitu, Zeng mengungkap, sebanyak dua anak mengalami demam tinggi setelah diberikan vaksin tersebut. Masing-masing berusia tiga dan enam tahun.Sementara itu, lainnya hanya mengalami gejala ringan.