Category Archives: Teknologi

Kelemahan Keamanan Aplikasi Whatsapp yang Membuat Hacker Bisa Blokir Akun Cuma Modal Nomer Telepon

Peneliti Buktikan Aplikasi Whatsapp (WA) Masih Bisa Dibajak Hacker, Chat  Pribadi Diintip dan Diubah - Halaman 3 - Surya

Darkroastpress.com – Peneliti keamanan siber telah menemukan kecacatan pada aplikasi WhatsApp yang memungkinkan hacker memblokir akun korban cukup dengan mengetahui nomor telepon mereka.

Celah keamanan ini bahkan bisa tembus, walaupun pengguna mengaktifkan two-factor authentication.

Luis Márquez Carpintero dan Ernesto Canales Pereña, adalah dua orang peneliti yang menemukan bukti bagaimana celah keamanan dari WhatsApp dapat digunakan dengan mudah untuk memblokir akun seseorang. Cara ini hanya bisa untuk memblokir, bukan mengambil alih akun.

Dikutip dari Forbes, para peneliti menjelaskan langkah pertama hacker untuk melakukan serangan ini adalah memasang aplikasi WhatsApp di ponsel baru menggunakan nomor ponsel korban untuk mengaktifkan layanan.

Yang terjadi selanjutnya adalah WhatsApp akan meminta kode OTP (one-time password) yang dikirimkan melalui SMS untuk memverifikasi bahwa benar korbanlah yang baru saja login di ponsel baru.

Sang hacker tentu tidak tahu kode OTP tersebut, kemudian asal mengisinya berkali-kali sehingga WhatsApp menangguhkan akun korban selama 12 jam.

Untuk langkah selanjutnya, hacker mengirim email ke WhatsApp dengan alamat support@whatsapp.com dan menyatakan bahwa ponselnya (yang sebenarnya adalah milik korban) telah dicuri atau hilang, dan meminta agar akun WhatsApp yang terkait dengan nomor tersebut ditutup atau blokir.

Menyusul permintaan ini, WhatsApp akan mengirimkan email yang mengkonfirmasi bahwa akun tersebut telah ditangguhkan tanpa meminta informasi apa pun dari hacker yang dapat membuktikan bahwa permintaan untuk menangguhkan akun tersebut berasal dari pemilik sah dari akun tersebut.

Proses ini yang dianggap lemah sehingga mudah sekali orang yang iseng untuk memblokir akun WhatsApp seseorang.

WhatsApp belum mengatakan apa-apa tentang celah keamanan yang dapat dieksploitasi ini. WhatsApp memang menunjukkan bahwa memanfaatkan eksploitasi ini melanggar persyaratan layanannya yang tidak diharapkan dapat mencegah peretas.

Aplikasi perpesanan milik Facebook memang menyarankan bahwa pengguna memberikan dengan alamat email mereka dan kode two-factor authentication untuk membantu mencegah skenario peretasan tersebut terjadi.

Tetapi, meskipun info email dan kode 2FA diberikan ke WhatsApp, pengguna masih harus tetap waspada.

“Ini adalah satu lagi peretasan yang mengkhawatirkan, yang dapat berdampak pada jutaan pengguna yang berpotensi menjadi sasaran serangan ini.

Apalagi begitu banyak orang yang mengandalkan WhatsApp sebagai alat komunikasi utama mereka untuk tujuan sosial dan pekerjaan, hal ini mengkhawatirkan. Betapa mudahnya hal ini terjadi,” kata Jake Moore, peneliti keamanan dari ESET.

Penguasa Baru Pasaran Chip Smartphone Global, tapi Bukan Qualcomm

MediaTek dan Intel Siap Benamkan Teknologi 5G di PC dan Laptop - ItWorks

Darkroastpress.com – Mediatek menjadi produsen chip smarpthone terbesar di dunia untuk pertama kalinya pada kuartal III-2020.

Perusahaan asal Taiwan itu berhasil menyalip pesaing utamanya, Qualcomm, yang sebelumnya menguasai pasar chip smartphone dunia.

Hal tersebut diungkap firma konsultasi dan analis yang berbasis di London, Inggris Omdia.

Menurut laporan Omdia, pengiriman chip dari Mediatek naik 48 persen dari tahun ke tahun (year over year/YoY) dan menyentuh angka 352 juta unit.

Dengan angka tersebut, MediaTek bertengger di urutan pertama dengan penguasaan 27 persen dari total pangsa pasar chip smartphone di seluruh dunia. Sementara, Qualcomm mendapat porsi 25 persen pangsa pasar dan duduk di urutan kedua.

Total pengiriman chip Snapdragon dari Qualcomm turun 18 persen ke angka 319 juta unit periode yang sama.

Apple menduduki urutan ketiga dengan pangsa pasar 16 persen dan total pengiriman 204 juta unit.

Kemudian Kirin dari Huawei dan Exynos dari Samsung, masing-masing menempati urutan keempat dan kelima dengan pangsa pasar 11 persen dan 9 persen secara berurutan.

Huawei tercatat mengirimkan 147 juta unit smartphone dengan chip Kirin, sementara Samsung hanya memasarkan 115 juta smartphone bertenaga Exynos di kuartal III-2020.

Huawei kena sanksi, Qualcomm turun

Lengsernya Qualcomm dari takhta penguasa chip smartphone global turut disebabkan oleh sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Amerika Serikat di era Donald Trump kepada Huawei.

Tahun 2020 lalu, sebelum Trump lengser dari jabatannya, ia sempat memperketat aturan ekspor perusahaan asal AS untuk memasok komponen teknologi ke Huawei, termasuk bisnis semikonduktor.

Qualcomm pun jadi tak bisa memasok produk chip ke Huawei, kemudian MediaTek masuk untuk mengisi kekosongannya. Jadilah Huawei kena sanksi, Qualcomm turun, sementara MediaTek naik.

Dominasi pasar Mediatek mulai terlihat sejak kuartal II-2020, di mana selisih persentasenya hanya tiga poin di bawah Qualcomm. Keberhasilan Mediatek juga didukung oleh strategi bergerilya di segmen ponsel entry-level hingga mid-range.

Mediatek juga meningkatkan kualitasnya, termasuk menawarkan portofolio 5G untuk ponsel murah.

Dirangkum KompasTekno dari Android Headlines, Rabu (31/3/2021), Xiaomi adalah vendor smartphone yang paling banyak mengdopsi chip Mediatek. Tahun 2020 lalu, Xiaomi mengirimkan 63,7 juta smartphone yang diotaki chip Mediatek.

Jumlah ini meningkatignifikan dibanding tahun 2019 lalu sebanyak 19,7 juta. Kenaikannya kira-kira 223,3 persen secara YoY. Sementara, Oppo yang sebelumnya menjadi klien terbesar Mediatek di tahun 2019, mengirimkan 55,3 juta smartphone yang bertenaga Mediatek pada tahun 2020.

Meskipun tidak sebesar Xiaomi, tapi jumlah tersebut naik dari 46,3 juta unit di tahun 2019.

Eks sub-brand Oppo, Realme, juga cukup banyak memasarkan ponsel yang didukung chip Mediatek dengan total pengiriman 27,89 juta unit smartphone di tahun 2020.

Samsung, yang beberapa tahun sebelumnya lebih banyak mengandalkan chip Qualcomm dan Exynos buatan sendiri, tahun lalu disebut sebagai salah satu klien besar Mediatek.

Perusahaan asal Korea Selatan itu mengirimkan 43,3 juta unit smartphone berotak chip Mediatek, naik 254,9 persen dari tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pengiriman smartphone dengan chip Exynos turun 35 persen secara YoY.

Secara keseluruhan, Omdia menyebut ada 1,30 miliar unit chip smartphone yang dikirimkan secara global pada 2020. Angka tersebut turun sekitar 7 persen dari 1,39 juta unit di tahun sebelumnya.