Fakta Baru Dari Varians Corona Pracis “Tregor” Diduga Tak Terdeteksi PCR

Update Covid-19 di Luar Negeri: 4 WNI Positif Corona di Qatar - Kabar24  Bisnis.com

Darkroastpress.com – Pemerintah Prancis melalui Kementerian Solidaritas dan Kesehatan masih meneliti varian corona baru yang tak terdeteksi oleh tes PCR biasa digunakan. Varian baru tersebut kini dinamai sebagai varian Tregor.

Hasil penelitian terbaru menunjukkan, varian corona Tregor sempat tak terdeteksi tes PCR biasa karena pasien positif varian ini tidak mensekresikan virus di mukosa nasal seperti pasien corona pada umumnya.

Pasien varian corona Tregor mensekresikan virus di bagian pernapasan lain.

“Dalam wawancara BFM-TV Prancis pada tanggal 16 Maret 2021, Professor Pierre Tattevin, Kepala Departemen Penyakit Menular dari CHU Rennes menyatakan bahwa penyebab PCR negatif bukan karena teknik PCR-nya tidak valid.

Melainkan karena pasien tidak mensekresikan virus di mukosa nasal dari pasien positif COVID-19. Ketika sampel saluran nafas bawah (bronkoalveolar) diambil, varian baru tersebut terdeteksi oleh PCR,” kata ahli biomolekuler dari Aligning Bioinformatics Riza Putranto di Instagram @rizaputranto yang dikutip kumparan, Senin (22/3).

Fakta Baru soal Varian Corona Prancis 'Tregor' Diduga Tak Terdeteksi PCR (1)

Sebagaimana diketahui, varian baru corona ini awalnya disebut Variant Under Investigation (VUI) Clade 20C dan ditemukan pada 15 Maret 2021.
Jubir pemerintah Prancis Gabriel Attal kemudian menamai varian ini dengan varian Tregor, sesuai dengan nama wilayah di mana varian itu ditemukan pertama kali.

Varian corona Tregor awalnya menjadi perhatian karena diperkirakan tidak terdeteksi oleh primer PCR yang mendeteksi fragmen gen virus. Ini menyebabkan ilmuwan harus memperbaiki primer PCR tersebut. Namun setelah diteliti, masalahnya bukan pada PCR-nya.

Menurut penjelasan Riza, saat ini varian Tregor masih dalam penelitian lanjut guna melihat apakah VUI tersebut bisa dikategorikan sebagai Variant of Concern (VOC) yang patut menjadi perhatian.

Prancis pun tengah berupaya mempercepat program vaksinasi agar varian ini tidak lebih banyak menyebar sebelum hasil riset lengkap keluar.

Leave a Reply