Menyambut Ramadhan Maher Zain Rilis EP Nour Ala Nour

Pin on klipler

Darkroastpress.com – Jelang Ramadan, penyanyi religi internasional, Maher Zain, hadir dengan sebuah karya baru.

Bersama label Awakening Music, ia merilis EP bertajuk Nour Ala Nour.

Ada total enam lagu baru serta satu bonus track dalam EP Nour Ala Nour.

Rencananya setiap lagu dari EP itu akan dirilis di semua layanan streaming dan di YouTube setiap Jumat, mulai 9 April hingga 12 Mei, tepat satu hari sebelum Idul Fitri.

Ramadan Gana dipilih menjadi single pertama dan video klipnya telah dirilis pada 9 April kemarin. Pengambilan gambar untuk video musik Ramadan Gana dilakukan di Kairo, Mesir.

Ramadan Gana bukan lagu ciptaan Maher Zain. Ia hanya mengemas ulang lagu yang sempat dipopulerkan oleh Abdel-Mottaleb di Mesir sekitar tahun 1943 itu.

“Saya menghidupkan kembali nuansa klasik di lagu itu, dengan aransemen musik yang baru. Di dalamnya ada lirik yang segar dan melodi yang berbeda, namun tetap menjaga paduan suara tercinta yang dipuja-puja oleh generasi-generasi di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya,” ungkap Maher Zain dalam siaran pers yang kumparan terima beberapa waktu lalu.

Dalam menghasilkan EP Nour Ala Nour, Maher Zain bekerja sama dengan beberapa musisi terkenal di Timur Tengah dan Turki, seperti musisi Mesir, Aziz Elshafie, penulis syair dan komposer asal Yaman, Ahmed AlYafaie, serta komposer Mesir, Ahmed Zaeem.

Dalam mengaransemen EP Nour Ala Nour, Maher Zain bekerja sama dengan beberapa arranger, mulai dari Emre Mogulkoc dari Gaza, Palestina, Mahmoud Ammar dari Yaman, hingga Sarhan Eskandar.

Karena ada banyak kolaborator yang terlibat, proses rekaman pun dilakukan di beberapa kota dari berbagai negara. Setidaknya ada 6 kota yang disinggahinMaher Zain untuk rekaman, yakni Stockholm, Istanbul, Kairo, Damskus, Amman hingga Gaza.

‚ÄúDalam EP ini, anda akan mendengarkan berbagai lagu yang mengangkat spiritual. Saya ingin untuk membawa pendengar saya melalui perjalanan yang saya sendiri telah mulai lebih dari 10 tahun yang lalu menuju aktualisasi diri yang lebih dalam dan kedamaian batin,” kata Maher Zain.

“Apalagi, Ramadan adalah waktu yang baik untuk melakukan refleksi spiritual, peningkatan diri dan pengabdian, untuk melakukan perjalanan batin setiap orang,” sambungnya.

Leave a Reply