Terdakwa Nikita Mirzani berpendapat bahwa hukuman penjara enam bulan yang dijatuhkan padanya bukan beban.

Menurut Nikita, tuntutan tersebut menjadi masa percobaan selama 12 bulan.

“Enggak berat lah, kan enam bulan, tapi enggak masuk penjara, jadi tidak sulit (dapat dituntut selama enam bulan),” ungkap Nikita pada hari Senin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (22 Juni 2020).

Untuk ibu tiga anak, ini masih terbatas pada permintaan atau tuntutan yang belum dalam bentuk keputusan hakim atau vonis dari majelis hakim.

Karena itu, ini bukanlah keputusan akhir.

“Jika Niki hanya bisa mengatakan bahwa saya harap kalian puas melihat prosesnya , itu bukan hasil akhirnya, melihat sidang ini puas, ini belum hasil akhir, masih ada putusan. Mudah-mudahan puas dengan pembacaan dari Jaksa, itu enggak dibuat-buat,” harap Nikita.

Sementara itu, pengaduan mematuhi Pasal 351 (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Sebelumnya, Nikita Mirzani di jadikan tersangka dalam penganiayaan terhadap Dipo Latief, yang sekarang menjadi mantan suaminya.

Pada akhir 2018, Dipo Latief melaporkan Nikita Mirzani ke Kantor Polisi Jakarta Selatan untuk tuduhan penganiayaan.

Setelah sempat mangkir beberapa kali dari panggilan,akhirnya Nikita ditjemput paksa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada 31 Januari 2020.

Nikita bahkan sempat ditahan di Polres Jakarta Selatan sambil menunggu jadwal pelimpahan perkara dari kepolisian kepada kejaksaan.

Setelah menerima perkara dari kepolisian, pihak kejaksaan kemudian mengubah status Nikita menjadi tahanan kota.

Leave a Reply