Mutia Ayu Ziarah ke Makam Glenn Fredly Pagi Tadi

Peringati 1 Tahun Berpulang, Mutia Ayu Ziarah ke Makam Glenn Fredly :  Okezone Celebrity

Darkroastpress.com – Penyanyi Glenn Fredly telah 1 tahun berpulang untuk selamanya. Glenn tutup usia pada 8 April 2020 setelah melawan penyakit meningitis yang diidap semasa hidupnya.

Hari ini, Kamis (8/4) untuk mengenang 1 tahun kepergian suami tercinta, Mutia Ayu, mengajak seluruh penggemar untuk melakukan tabur bunga putih di sekitar kawasan Mbloc dan Panglima Polim.

Tak hanya itu, Mutia Ayu juga pergi mengunjungi tempat sang suami beristirahat dengan tenang. Mutia dan keluarganya tampak menyambangi TPU Tanah Kusir pada pukul 09.00 WIB.
Mereka langsung menuju pusara Glenn dan melakukan tabur bunga putih. Mutia dan keluarga juga tampak mengenakan baju berwarna putih saat ziarah ke makam Glenn.

“Perayaan untuk satu tahun ini, seperti biasa datang ke makam dan hari ini juga ada acara hari Kasih Putih di Mbloc. Jadi nanti sore ke Mbloc,” ungkap Mutia Ayu di TPU Tanah Kusir.

Setelah hampir 1 tahun kepergian sang suami, Mutia mengaku dirinya sudah bisa menerima dengan ikhlas.

Ziarah ke Makam Glenn Fredly, Mutia Ayu Berikan Hadiah Spesial

“Sudah bisa menerima proses, lebih sabar dan lebih ikhlas lagi menjalani hari. Awalnya sangat berat buat aku, mama, papa, dan semuanya. Cuma pastinya harus dijalani. Ya, dijalani saja,” kata Mutia.

Glenn, kata Mutia, terlalu banyak meninggalkan kenangan manis yang membuat dirinya tak mudah melupakan sosok pelantun ‘Kasih Putih’ tersebut. Menurut Mutia, setiap momen bersama Glenn sangatlah berharga.

“Karena kisah aku sama Glenn itu kan sebentar, ya. Pastinya semua itu, aku jalani sama-sama dia. Apalagi setelah menikah, hamil, semuanya momen yang aku jalani dengan Glenn semuanya spesial. Meskipun singkat tapi luar biasa, banyak kenangan dan perubahan dalam hidup aku,” ungkapnya.

Kini, kehadiran Gewa, anak semata wayangnya dengan Gleen, menjadi pelipur lara untuk Mutia.

“Yang menguatkan itu, Gewa dan para fans Glenn. Aku sangat bersyukur dengan doa, ucapan, semangat dari teman-teman untuk aku, Gewa, dan keluarga,” pungkasnya.

Mengenal Asal-usul Kelompok Teroris dari Irak “ISIS”

Kelompok Teroris ISIS Pakai Sapi yang Dipasangi Bahan Peledak untuk  Lancarkan Serangan - Warta Kota

Darkroastpress.com – Mayoritas sejarawan Islam berpendapat bahwa asal-usul ISIS berakar dari Al-Qaeda di Irak sebagai respons terhadap invasi AS pada 2003.

Mereka juga yakin bahwa ISIS dibentuk oleh ekstremis Yordania dan kepala Al-Qaeda di Irak, Abu Musab Zarqawi. Melansir The Atlantic pada 2019, disebutkan bahwa orang Yordania memiliki visi yang kelam, yaitu ingin memicu Perang Saudara antara Sunni dan Syiah serta berambisi untuk mendirikan kekhalifahan versinya.

Pada 2006, dilaporkan Zarqawi terbunuh dalam suatu serangan udara oleh Amerika Serikat di Baquba pada 7 Juni 2006.

Meski pendirinya telah tewas, visi ISIS ini tetap dijalankan dan diwujudkan pada 2014, ketika kelompok teroris ini menguasai Irak utara dan Suriah timur.

Narasi tentang asal-usul ideologi ISIS sering kali berfokus pada fakta bahwa Zarqawi dan Osama bin Laden, keduanya sama-sama ekstremis Sunni yang berbeda pendapat tentang takfir atau ekskomunikasi dan memerangi Syiah.

Perbedaan seperti itu, menurut ceritanya, diperkuat di Irak dan akhirnya menyebabkan perpecahan antara ISIS dan Al-Qaeda. Berdasarkan asumsi ini, banyak yang menyimpulkan bahwa Zarqawi pasti memberikan kerangka intelektual untuk ISIS.

Namun, disebutkan oleh The Atlantic bahwa modus operandi ISIS didasari jauh sebelum dari invasi AS berlangsung dan dilakukan oleh seseorang bernama Abdulrahman al-Qaduli yang lebih dikenal dengan julukan Abu Ali al-Anbari.

Anbari berasal dari Niniwe, Irak, yang memberikan pendekatan radikal untuk kelompok teroris ini lebih kuat serta pengaruhnya lebih sistematis, tahan lama, lebih dari Zarqawi.

Asumsi itu berangkat dari dokumen 93 halaman yang menceritakan kehidupan Anbari serta peta ekstremis di sekitar Irak pada 1990-an.

Pada 2016, tak lama setelah pembunuhan Anbari, putranya, Abdullah, menulis biografi untuk penggunaan internal ISIS yang sebagian diterbitkan di majalah mingguan, Ak-Naba.

Abdullah pernah menyatakan bahwa biografinya didasarkan pada 16 tahun bekerja sama dengan ayahnya, diari yang disimpan Anbari, dan akun langsung Anbari dari sesama anggota ISIS.

Pembangkang dalam ISIS baru-baru ini menyebarkan dokumen lengkapnya di media sosial.

Selain biografi karya Abdullah, asumsi itu dibangun dari serangkaian ceramah yang disampaikan Anbari pada 2014 dan 2015, serta catatan dari The Atlantis dalam wawancara dengan anggota organisasi dan pemberontak Suriah.

Secara keseluruhan, menjadi jelas disimpulkan bahwa Zarqawi kemungkinan besar dipengaruhi oleh Anbari, bukan sebaliknya, dalam membangun kelompok teroris ISIS.

Menurut catatan sejarah, sepanjang keberadaannya, ISIS telah disebut dengan beberapa nama, antara lain: ISIL, akronim dari singkatan “Negara Islam Irak dan Levant.

“Levant adalah wilayah geografis yang luas yang mencakup Suriah, Lebanon, Palestina, Israel, dan Yordania. Beberapa ahli percaya label ISIL lebih akurat menggambarkan tujuan kelompok militan.

IS, akronim dari “Negara Islam”. Pada 2014, kelompok militan tersebut mengumumkan bahwa mereka secara resmi menyebut diri mereka IS, karena tujuan mereka untuk mencapai sebuah negara Islam.

Daesh, akronim bahasa Arab ini untuk “al-Dawla al-Islamiya fi al-Irak wa al-Sham,” yang diterjemahkan menjadi “Negara Islam Irak dan Suriah”.

Banyak pemerintah Timur Tengah dan Eropa telah menggunakan nama Daesh untuk menyebutkan kelompok militan ini.

Meski, ada perbedaan nama, semuanya mengacu pada organisasi yang sama, yaitu ISIS, kelompok teroris militan yang paling berbahaya, yang telah menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah.

Terkenal karena kebrutalan dan serangan pembunuhan terhadap warga sipil. Mereka telah mengklaim bertanggung jawab atas ratusan serangan teroris di seluruh dunia. Selain itu, mereka telah menghancurkan monumen yang sangat bernilai, kuil kuno dan bangunan lain, serta karya seni dari zaman kuno.

Pendanaan ISIS Melansir History pada 2019, ISIS telah disebut sebagai organisasi teroris terkaya di dunia. Meskipun perkiraannya bervariasi, kelompok tersebut dikatakan telah menghasilkan 2 miliar dollar AS (Rp 29 triliun) pada 2014 saja.

Sebagian besar uang ISIS berasal dari penguasaan bank, kilang minyak, dan aset lain di wilayah yang didudukinya. Kelompok itu juga menggunakan uang tebusan penculikan, pajak, pemerasan, artefak curian, sumbangan, penjarahan, dan dukungan dari pasukan milisi asing untuk mengisi pundi-pundi mereka.

Namun, sebuah laporan yang dirilis pada 2017 oleh British International Center for the Study of Radicalization (ICSR) mengungkapkan bahwa pendapatan keuangan ISIS sempat turun drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Korea Utara Mundur Dari Olimpiade di Tokyo, Karena Covid-19

Tokyo Olympics Rescheduled To July 23-August 8, 2021

Darkroastpress.com – Pyongyang, Kementerian Olahraga Korea Utara mengatakan pada Selasa (6/4/2021) bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo tahun ini.

“Keputusan itu dibuat pada pertemuan komite Olimpiade Korea Utara, bersama dengan Menteri Olahraganya Kim Il guk, pada 25 Maret,” kata kementerian itu di situsnya, yang disebut Joson Sports.

Menurut Guardian, komite beralasan keputusan untuk tidak mengikuti Olimpiade ke-32 tahun ini adalah untuk melindungi atlet dari krisis kesehatan global akibat virus corona.
Kementerian mengatakan pertemuan itu juga membahas cara-cara mengembangkan teknologi olahraga profesional, memperoleh medali di kompetisi internasional, dan mempromosikan kegiatan olahraga publik selama lima tahun ke depan.

Dengan hanya 109 hari tersisa hingga Olimpiade Tokyo, otoritas kesehatan Jepang khawatir bahwa varian mutasi virus corona mendorong gelombang keempat yang muncul baru-baru ini. Mutasi Covid-19 di Jepang tampaknya lebih menular. Varian baru virus corona ini juga mungkin resisten terhadap vaksin, yang masih belum tersedia secara luas di Jepang.

Situasinya paling buruk di Osaka, di mana infeksi mencapai rekor baru minggu lalu. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk memulai lockdown yang ditargetkan berlangsung selama satu bulan mulai Senin (5/4/2021).

Varian mutasi Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Inggris telah terjadi di wilayah Osaka. Virus menyebar lebih cepat dan memenuhi tempat tidur rumah sakit dengan kasus yang lebih serius daripada virus aslinya, menurut Koji Wada, penasihat pemerintah tentang pandemi.

Gelombang keempat akan menjadi lebih besar, kata Wada, seorang profesor di Universitas Internasional Kesehatan dan Kesejahteraan Tokyo. “Kami perlu mulai membahas bagaimana kami dapat memanfaatkan langkah-langkah yang ditargetkan ini untuk wilayah Tokyo.”

Kota Osaka membatalkan acara estafet Obor Olimpiade di sana. Tetapi Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, bersikeras bahwa Jepang akan melaksanakan Olimpiade sesuai jadwal.
Suga mengatakan pada Minggu (4/4/2021), bahwa tindakan yang diterapkan di daerah Osaka dapat diperluas ke Tokyo dan tempat lain jika diperlukan.

Ada 249 infeksi baru di Tokyo pada Senin (5/4/2021), masih jauh di bawah puncak sebelumnya yang mencapai lebih dari 2.500 pada Januari. Di Osaka, penghitungannya adalah 341, turun dari rekor 666 kasus pada Sabtu (3/4/2021).

Gegana Mengamankan Benda Bertulis Munarman FPI di Depok Jawa Barat

Gegana Amankan Benda Bertuliskan "Munarman FPI"

Darkroastpress.com – Warga Limo, Kota Depok, dikejutkan dengan penemuan benda mencurigakan di Jalan Raya Grogol, Minggu (4/4) malam. Tim Gegana pun langsung dikerahkan ke lokasi.

Jajaran Polresta Depok dan tim Gegana Brimob Polri langsung menuju ke lokasi. Benda itu ternyata sebuah kaleng yang diduga berisi magazine, peluru, dan tulisan ‘Munarman FPI’.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, penemuan ini berawal dari seorang pemilik warung yang melihat benda mencurigakan di belakang warungnya.
Pemilik warung pun mencurigai benda tersebut dan berusaha memindahkan benda itu.

“Dipindahkan sekitar lima meter dan penemuan awal sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Imran kepada wartawan.

Kapolres Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, Gegana sudah mengamankan benda mencurigakan itu. Dia tak bisa menjelaskan detail barang itu.
“Kaleng dibungkus dengan kertas. Ada tulisan, tapi enggak usah disebutlah,” kata Imran kepada wartawan, Senin (5/4).

Imran mengatakan, Gegana langsung mengamankan benda itu untuk diteliti lebih dalam. Dia tak bisa menyebutkan apakah benda itu berbahaya atau tidak.
“Yang bisa membahayakan atau tidak itu Gegana. Saya enggak bisa memastikan barang itu, tergantung hasil penelitian Gegana,” tambah dia.

Namun dilihat sekilas, benda tersebut merupakan kaleng yang terbungkus plastik hitam. Dari pantauan di lapangan, benda mencurigakan itu berisikan sebuah magazine, alat penyimpanan dan pengisian amunisi senapan.

Tidak hanya itu, aparat sempat mengeluarkan beberapa butir peluru. Bahkan, terdapat sebuah kertas putih bertuliskan ‘FPI Munarman’ yang dibalut ikatan hitam.
Terkait penemuan ini, kumparan telah mencoba menghubungi Munarman yang merupakan mantan jubir FPI, namun belum mendapat respons dan tanggapan.

Rumah Produksi Drama Korea River When The Moon Rises Menggugat Ji Soo dan Agensinya

Ini Fakta Kasus Tuduhan Bullying Aktor Ji Soo

Darkroastpress.com – Rumah Produksi Victory Contents yang membuat drama Korea River When The Moon Rises menggugat mantan pemeran utamanya Ji Soo, dan agensi yang menaunginya KeyEast Entertainment.

Hal ini karena mereka dianggap telah menyebabkan kerugian sebesar 3 miliar Won atau sekitar Rp 38 miliar akibat skandal bullying yang menjerat Ji Soo, di tengah produksi yang hampir rampung sekitar 90 persen.

Victory Contents diketahui telah mengajukan gugatan itu ke Pengadilan Pusat Distrik Seoul kepada KeyEast.

“Saat kasus kontroversi kekerasan yang dilakukan oleh Ji Soo terungkap, pengambilan gambar hampir rampung saat itu. Akhirnya Ji Soo digantikan oleh aktor lain dan kami harus mengambil ulang adegan untuk pemeran pria utama,” ujar Victory Content dalam pernyataan yang dilansir Koreaboo.

“Biaya tambahan untuk produksi itu sangatlah besar tapi tetap mengambil ulang adegan untuk episode 1-6 sebagai langkah menjaga janji kami memberikan penampilan terbaik bagi penggemar,” lanjutnya.

Beberapa biaya besar yang dikeluarkan oleh Victory Contents meliputi biaya untuk staf, biaya untuk lokasi dan peralatan, biaya untuk penampilan khusus (cameo), dan masih banyak lagi.

Selain itu River When The Moon Rises juga mengalami penurunan rating penonton, keterlambatan distribusi ke distributor luar negeri, hingga menurunkan penjualan.

“Kami telah mencoba bernegosiasi dengan KeyEast Entertainment membahas kompensasi kerugian atas skandal itu, namun tak membuahkan hasil karena pihak agensi tidak kooperatif. Oleh karena itu kami mengajukan tuntutan dan mengharapkan agar kasus ini cepat selesai sehingga mendapatkan kembali kompensasi kami,” kata Victory Contents.

Di samping itu, rumah produksi berharap setelah kasus ini selesai di meja hijau, mereka dapat kembali memproduksi konten penyiaran yang baik, sehat, dan memuaskan bagi para penonton.

Seperti diketahui, pada Maret 2021 skandal yang menyeret Ji Soo terungkap ke publik bahwa aktor itu pernah melakukan bullying saat duduk di bangku sekolah.

Selain itu juga kekerasan seksual hingga kekerasan fisik. Akhirnya Ji Soo mengakui perbuatan itu.
Akibatnya posisi Ji Soo sebagai pemeran utama dalam drama River When The Moon Rises digantikan oleh Na In Woo.