Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jakarta Turun ke Level 3 Tempat Pemberlanjaan dan Mall Mulai Ramai Pengunjung

Ini Aturan PPKM Level 3 di Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya Raya| darkroastpress.com

Darkroastpress.com – Mal dan pusat perbelanjaan sudah mulai dibuka beberapa waktu lalu. Saat ini aktivitas di mal juga berangsur membaik usai PPKM turun degree menjadi degree 3.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Wijaya mengatakan, jumlah pengunjung berangsur naik meski masih belum pulih.

“Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sudah berangsur naik dari sebelumnya yang hanya sekitar 10 persen,” ujar Alphon.

Dia berharap jumlah pengunjung di mal bisa naik hingga ke angka 35 persen. Jumlah pengunjung mal, kata dia, sangat tergantung dengan pelonggaran yang dilakukan pemerintah.

“Kunjungan ke pusat perbelanjaan masih berangsur meningkat secara bertahap dan masih cenderung lambat. Sampai dengan akhir pekan ini diharapkan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan bisa mencapai 25-35 persen,” kata dia.

Maka itu, jika sampai akhir tahun pemerintah terus memberlakukan pengetatan, maka kondisi mal masih akan tertekan. Begitu juga dengan para karyawan yang masih harus dirumahkan.

“Jika sampai dengan akhir tahun nanti Pusat Perbelanjaan masih belum diperbolehkan untuk beroperasi dengan kapasitas 100 persen, maka kondisi usaha Pusat Perbelanjaan masih akan tetap berada dalam tekanan,” tuturnya.

“Demikian juga halnya dengan jumlah pekerja yang dipekerjakan kembali dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan tahapan pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah,” tambahnya.

Sementara terkait kasus COVID-19 di mal, sampai saat ini belum ada laporan klaster mal. Menurutnya belum ada mal yang ditutup karena ada kasus COVID-19.

“Sampai dengan saat tidak ada Pusat Perbelanjaan yang ditutup karena adanya kasus positif COVID-19. Saat ini Kondisi Pusat Perbelanjaan jauh lebih aman dan jauh lebih sehat dikarenakan semua orang yang berada di Pusat Perbelanjaan sudah divaksinasi sehubungan dengan adanya pemberlakuan protokol tambahan yaitu protokol wajib vaksinasi,” tutupnya.

Leave a Reply