Seorang Pemuda Ditangkap Polisi Karena Mengatakan “Sudah Ada Jatah Bulanan” Kepada Kantor Polisi

Sebut Polisi Terima Jatah Dalam Razia Prostitusi, Pemuda Ini Dijemput Ke  Mapolresta Solo

Darkroastpress.com – Solo, Seorang pemuda berinisial RAI ditangkap polisi karena diduga membuat postingan informasi tidak benar atau berita Hoaks di salah satu akun media sosial.

Dia membuat komentar dalam postingan berita tentang kawasan Kestalan dan Gilingan diawasi Drone Polresta Solo yang diunggah salah satu akun media sosial.

Dalam kolom komentar tersebut RAI menuliskan “Hahaa pdhal sudah ada jatah bulanan *hyaa”.

Humas Polresta Solo Aiptu Iswan Tri Wahyudiono mengatakan RAI membuat postingan dalam komentar di salah satu medi sosial pada Senin 8 Maret 2021 pagi.

Polisi memberikan peringatan kepada RAI melalui direct message. Namun tak berselang lama pemuda itu dibawa ke Polresta Solo.

“Sudah kita peringatkan dengan direct message. Setelah itu kita amankan ke Polresta jam 12 siang,”kata Iswan.

“Saya memohon maaf kepada anggota Polresta Surakarta dan masyarakat semua. Saya berjanji tidak akan mengulanginya. Apabila saya mengulanginya lagi saya siap diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata RAI dikutip dalam akun Instagram @polrestasurakarta.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penangkapan pemuda penyebar informasi tidak benar dalam media sosial dilakukan oleh tim virtual police Polresta Solo.

Menurut dia tim virtual police merupakan tindak lanjut dari implementasi program prioritas Kapolri dan Instruksi Kapolri yang tertuang dalam Surat Edaran nomor SE/2/11/2021 untuk memastikan penegakan hukum yang berkeadilan dengan cara mengedepankan edukasi dan langkah persuasif di dalam menangani perkara berkaitan dengan UU ITE.

“Jika ada pengguna media sosial yang membuat postingan dan berpotensi melanggar UU ITE, maka virtual police akan memberi peringatan melalui direct message agar menghapus postingannya,” kata dia.

Jika sudah diberi peringatan dan pemilik akun media sosial masih tetap tidak bergeming menghapus postingan, tim virtual police akan memberikan pemberitahuan lagi sampai postingan itu dihapus. “Langkah-langkah persuasif tetap akan kita kedepankan untuk ini,” kata Ade.



Leave a Reply