Sudah Setahun Lebih dalam Truk Pendingin 750 Mayat Korban Covid-19 di New York

Mengerikan! Deretan Truk Berisi Ratusan Mayat Korban COVID-19 Belum Dikubur  di New York

Darkroastpress.com – Ketika New York muncul sebagai pusat pandemi infection corona musim semi tahun lalu, kota itu mulai menyimpan mayat korban Covid-19 di dalam truk berpendingin di sepanjang tepi laut Brooklyn.

Lebih dari setahun kemudian, ratusan mayat itu masih dalam kamar mayat bergerak tersebut di 39th Street Pier di Sunset Park.

Dalam sebuah laporan kepada komite kesehatan dewan kota pekan lalu, pejabat di Kantor Kepala Pemeriksa Medis New York City mengakui sekitar 750 mayat korban Covid-19 masih disimpan dalam truk tersebut. Para pejabat menyampaikan selama rapat komite pada Rabu, mereka akan mencoba mengurangi jumlahnya segera.

Wakil eksekutif komisioner kantor pemeriksa medis, Dina Maniotis, menyampaikan kebanyakan mayat itu bisa berakhir di Pulau Hart, lepas pantai Bronx, di mana pemerintah kota menguburkan warga miskin dan jasad yang tak diambil keluarganya selama lebih dari satu abad.

“Kami akan terus bekerja sama dengan para keluarga,” jelas Maniotis kepada komite kesehatan menurut situs internet New york city City, dikutip dari The Washington Post, Senin (10/5).

“Segera ketika keluarga menyampaikan kepada kami mereka mau keluarganya dipindahkan ke Pulau Hart, kami melakukan itu dengan cepat,” lanjutnya.

Menurut sebuah analisis yang dilaksanakan melalui kolaborasi New York City dan Stabile Facility for Investigative Reporting Fakultas Jurnalisme Universitas Columbia, satu sampai 10 korban virus corona di kota itu bisa jadi dikubur di pulau tersebut. Analisis ini mengungkapkan sedikitnya 2.334 orang dewasa dikuburkan di pulau itu pada 2020, dua kali lipat lebih dari angka 2019.

Pada Maret dan April tahun lalu, New York City merupakan satu di antara wilayah yang paling parah dihantam pandemi virus corona. Kantor pemeriksa medis, yang menangani 20 kematian setiap hari, dibanjiri dengan 200 kasus kematian per hari, berdasarkan laporan The Wall Street Journal.

Antara 500 dan 800 mayat disimpan di mobil berpendingin sejak April 2020, menurut perkiraan yang dihimpun pemerintah New york city City dan Stabile Facility.

Maniotis mengatakan kepada komisi kesehatan, banyak keluarga korban yang mayatnya masih dalam mobil itu mengatakan mereka memilih pemakaman di Pulau Hart. Dalam beberapa kasus, kata dia, pemerintah kota kehilangan kontak dengan keluarga korban.

Truk berpendingin, yang mencakup 85 dikirim ke pemerintah kota oleh Badan Manajemen Kedaruratan Fedeal, diparkit di luar rumah sakit selama hari-hari terburuk pandemi di kota itu, menjadi salah satu tanda paling jelas tingginya angka kematian.

Leave a Reply